Amalan di Malam Nisfu Sya’ban

Malam Nisfu Sya’ban (malam tanggal 15 di bulan Sya’ban) menjadi malam yang memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat Islam. Sebab pada malam itu, Allah SWT menetapkan segala keputusan yang berhubungan dengan urusan manusia. Baik yang berhubungan dengan kematian, rezeki, perbuatan baik maupun buruk. Semua urusan tersebut merupakan ketentuan Allah SWT hingga datangnya bulan Sya’ban di tahun berikutnya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad-Dukhon: 3-4)

Untuk menggapai keutamaan malam Nisfu Sya’ban, banyak dari masyarakat Islam yang tidak melewatkan kesempatan emas itu dengan menghidupkannya melalui berbagai macam akitvitas ibadah kepada Allah SWT. Salah satu amaliah ibadah yang biasa dilakukan masyarakat adalah membaca surat Yasin tiga kali secara berjamaah diiringi dengan pembacaan doa Nisfu Sya’ban.

Berikut adalah beberapa amalan sunnah yang dianjurkan di malam Nisfu Sya’ban:

1. Memperbanyak doa. Anjuran ini didasarkan pada hadits riwayat Abu Bakar bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:

ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء

Artinya, “(Rahmat) Allah swt turun ke bumi pada malam Nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan).” (HR al-Baihaqi).

2. Membaca dua kalimat syahadat sebanyak-banyaknya. Dua kalimat syahadat termasuk kalimat mulia dan sangat baik dibaca kapan pun dan di mana pun terlebih lagi pada malam Nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin Alawi dalam kitab Ithmi’nânul Qulûb Bidzikri ‘Allâmil Ghuyûb mengatakan: “Seyogyanya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah, khususnya bulan Sya’ban dan malam pertengahannya.”

3. Memperbanyak istighfar. Tidak ada satu pun manusia yang bersih dari dosa dan salah. Itulah manusia. Kesehariannya bergelimang dosa. Namun, kendati manusia berdosa, Allah swt senantiasa membuka pintu ampunan kepada siapa pun. Karenanya, meminta ampunan (istighfar) sangat dianjurkan terlebih lagi di malam Nisfu Sya’ban.

Mengenai hal ini, Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds Al-Makki telah menulis dalam kitabnya yang berjudul Kanz An-Najah wa As-Surur. Dan dalam Kitab tersebut dipaparkan, hendaknya bacaan surat Yasin pertama diniati agar diberikan umur panjang. Bacaan surat Yasin kedua diniati agar terhindar dari mara bahaya. Dan bacaan surat Yasin ketiga diniati agar tidak memiliki ketergantungan terhadap orang lain. (Lihat: Abdul Hamid bin Muhammad Quds Al-Makki, Kanz An-Najah wa As-Surur [Maktabah Dar al-Hawi] h. 48)

Adapun terkait salat Nisfu Sya’ban, para ulama masih berbeda pendapat. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab mengatakan bahwa salat Nisfu Sya’ban tersebut termasuk Bid’ah Qobihah. Namun Imam Abu Hamid Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulum Ad-Din dan beberapa ulama lain yang mengatakan hal tersebut justru merupakan sebuah kesunnahan.

Referensi:
https://lirboyo.net/
https://www.nu.or.id

Leave a Reply